review IMK official website Pemerintah Kota Kediri berdasarkan delapan aturan emas shneiderman dan plaisant

Sesuai judul diatas, disini saya akan me-review website dari Pemerintah Kota Kediri apakah sesuai dengan kaidah emas perancangan antarmuka yang dijelaskan oleh Shneiderman dan Plaisant (2010). Berikut penjelasan mengenai delapan aturan emas tersebut:

  1. Consistency: urutan yang konsisten diperlukan pada situasi yang sama. Konsistensi harus digunakan pada prompt, menu, dan layar bantu. Warna, rancangan, kapitalisasi, huruf, dan sebagainya juga harus digunakan secara konsisten dan menyeluruh.
  2. Shortcut : Yang kedua berikan user/pengunjung website kita shortcut untuk informasi-informasi yang dibutuhkan. Usahakan agar user tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mencapai mendapatkan apa yang diinginkan nya pada website kita. Kita dapat memaksimalkan kecepatan interaksi seperti ini, baik melalui singkatan, simbol/icon, ataupun menu-menu yang sudah kita siapkan di halaman awal.
  3. Feedback : untuk setiap tindakan yang dilakukan, diharapkan adannya respon dari sistem.
  4. Dialog Closure : suatu feedback uang informatif pada akhir pekerjaan sebaiknya dibuat untuk mengindikasikan bahwa pekerjaan telah selesai dan siap untuk melanjutkan ke sekumpulan pekerjaan berikutnya.
  5. Simple Error Handling : rancanglah suatu sistem dimana pemakai tidak akan membuat kesalahan yang serius. Jika pemakai membuat kesalahan, sistem harus dapat mendeteksi kesalahan dan menawarkan instruksi yang sederhana, konstruktif, dan spesifikasi untuk perbaikan.
  6. Reversible Actions: sebanyak mungkin aksi dapat dikembalikan ke awalnya. Hal ini dapat mengurangi kegelisahan pemakai karena kesalahan yang terjadi dapat di-undone.
  7. Put User In Control : Menjadikan pengguna sebagai pengontrol sistem bukan sebaliknya, dengan cara merancang sistem sedekemian rupa, sehingga pengguna dapat dengan leluasa menggunakan sistem.
  8. Reduce Short-Term Memory Load : penggunaan tampilan yang simpel , kode, singkatan, serta urutan aksi yang teratur dapat mengurangi masalah ingatan manusia dalam menangani sistem.

Berikut review yang dilakukan terhadap Website Pemerintah Kota Kediri berdasarkan “Delapan Kaidah Desain Interface” yang dikemukakan oleh Shneiderman dan Plaisant (2010):

Kaidah 1 : Consistency

Dalam website Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, konsistensi penggunaan template terlihat dari tampilan awal (home) hingga pada halaman-halaman lain, yakni menggunakan header, body, dan footer. pada template body terbagi menjadi dua kolom, satu untuk konten halaman dan satu lagi sebelah kiri layar sebagai side coloum untuk menampilkan informasi yang sedang hits dari Pemkot Kediri.

imk-pemkot-kediri-profilgambar layout website

Penggunaan Warna dan Istilah serta Menu dalam website Pemkot Kediri ini terbilang cukup konsisten dengan dominasi warna ungu serta kombinasi warna lainnya yang serasi sehingga cukup memberikan kesan khas pada website tersebut.

imk-pemkot-kediri-sejarahgambar template website dominan warna ungu

Kaidah 2 : Shortcut

Pada tampilan awal website Pemkot Kediri ini terdapat berbagai macam shortcut yang menunjukkan isi dari website ini sehingga memudahkan user untuk mencari Informasi dalam website. Juga terdapat form search yang bisa digunakan untuk mencari informasi dalam website ini.

imk-pemkot-kediri-homegambar tampilan awal (home) yang memuat banyak shortcut

Kaidah 3 : Feedback

Terkait feedback, website ini tidak memberikan feedback yang informatif. Website ini hanya memberikan informasi tanpa memberikan kesempatan kepada pengguna untuk memberikan feedback kepada sistem. Dan sistem pun tidak memiliki fitur untuk memberikan feedback kepada pengguna.

Kaidah 4 : Dialog Closure

Sebagaimana feedback, website ini juga tidak memberikan fitur dialog closure dalam interaksinya dengan pengguna. Hal ini dikarenakan website ini hanya berkomunikasi satu arah dalam memberikan informasi.

Kaidah 5 : Error Handling

Penanganan kesalahan (Error Handling) dalam website ini tidak tersedia karena interaksi dalam website ini hanya dilakukan satu arah tanpa memberikan kemampuan bagi pengguna untuk memberikan feedback kepada sistem.

Kaidah 6: Reversible Action

Pada website ini, pengguna mengetahui lokasi halaman yang sedang diakses saat ini melalui fitur breadcumb yang diletakkan pada sisi atas dibawah header. Dengan fitur ini, pengguna bisa kembali pada halaman sebelumnya dengan meng-klik fitur tersebut. Inilah satu-satunya fitur terkait kaidah reversible action selain menu undo yang menjadi bawaan (default) dari browser, dengan catatan user yang mengakses adalah Guest.

breadcumbgambar fitur breadcumb

Kaidah 7 : Put User In Control

Pengguna sistem ini, selayaknya menjadi penguasa atas sistem dan memegang kendali atas penggunaan sistem. Pe-review tidak bisa memberikan gambaran terkait bagaimana pengguna mengontrol Sistem website ini dikarenakan hanya bisa sistem ini hanya memberikan gambaran / tampilan yang dimunculkan untuk publik saja.

Kaidah 8 : Reduce Short-Term Memory Load

Dalam website ini, penggunaan Menu, Header, serta Symbol yang menunjukkan ke-konsistensi-an dapat membantu untuk mengurangi beban memori jangka pendek. Hal ini dapat memberikan pengaruh yang baik bagi pengguna agar mudah untuk menggunakan website tersebut.

 

 

Demikian review terhadap website Pemerintah Kota Kediri.

 

Warm regard,

Dicky Wahyu Ramadani 11.1.03.03.0073
UNP Kediri – Sistem Informasi – 2G – 2015

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s